Suud Fuadi Weblog

Kemerdekaan adalah Hidup dalam Kesejahteraan

EKONOMI DAN BISNIS SYARIAH Juni 14, 2008

Oleh: Suud Fuadi

PENDAHULUAN

Dalam lima tahun terakhir perkembangan bisnis dengan latar belakang agama, yaitu Islam kian marak dan menjamur. Meski baru sebatas dibidang perbankan, asuransi, micro finance, hotel (baru ada satu), pendidikan, kesemuanya merupakan fenomena yang menarik untuk dicermati. Perkembangan tersebut bahkan mendorong seorang Hermawan Kartajaya dan M. Syakir menerbitkan sebuah buku berjudul Syariah Marketing. Hingga saat ini kita sudah tidak asing lagi dengan istilah Bank Syariah sebagaimana yang pertama kali dilakukan oleh Bank Muamalat Indonesia, Asuransi Syariah, TK-SD Islam Terpadu, dan lain sebagainya. Maka tidak berlebihan kalau kemudian M. Syafi’i Antonio mengatakan “Spiritual is the Soul of Advance and Integrated Marketing”.

(more…)

Iklan
 

BLT RESEP SALAH DARI TIM EKONOMI PEMERINTAH Juni 1, 2008

Filed under: ekonomi — suudfuadi @ 1:43 pm
Tags: , , , , ,

Oleh: Suud Fuadi

Melambungnya harga minyak mentah dunia hingga mencapai level di atas USD 125 per barel telah menggoyang stabilitas APBN-P 2008. Meski baru sebulan disahkan, perhitungan-perhitungan dan asumsi yang telah ditetapkan dalam APBN-P 2008 meleset. Dampak secara langsung terasa pada meningkatnya beban subsidi pemerintah terhadap BBM dalam negeri. Hal itu dikarenakan pada setiap 5 dolar AS kenaikan minyak memerlukan tambahan subsidi Rp. 4,2 trilyun, ini dengan asumsi maksimal konsumsi BBM 37 juta kiloliter (Suara Karya, 24 April 2008). Dengan demikian bila kenaikan hingga USD 125 per barel, beban subsidi untuk BBM diperkirakan akan mencapai 31,5 triliun.

Berbagai skema telah disiapkan Pemerintah dalam menekan pembengkakan subsidi BBM. Pemerintah telah menyiapkan skema kenaikan harga BBM bersubsidi rata-rata 28,7% per 1 Juni 2008. Pada awalnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menolak bahwa skema kenaikan harga BBM adalah satu-satunya cara untuk menghindari terpuruknya APBN-P 2008. Menurutnya pemerintah juga sedang mengkaji berbagai kemungkinan efisiensi anggaran dan penghematan BBM untuk mengamankan defisit pada APBN-P 2008 yang diperkirakan mencapai Rp 31,5 triliun. Setelah percobaan program Smart Card gagal dalam menciptakan efisiensi bahkan berpotensi menimbulkan penyimpangan dan kerawanan, maka kini kenaikan harga minyak menjadi satu-satunya pilihan bagi Pemerintah. Skema kenaikan harga itu mencakup tiga jenis BBM bersubsidi, yakni premium naik Rp 1.500 (33,33%) menjadi Rp 6.000 per liter dari sebelumnya Rp 4.500, solar naik Rp 1.200 (27,90%) menjadi Rp 5.500 per liter dari sebelumnya Rp 4.300, minyak tanah naik Rp 500 (25%) menjadi Rp 2.500 per liter dari harga sekarang Rp 2.000.

Menurut perhitungan Pemerintah, opsi kenaikan harga BBM berpotensi menghemat anggaran hingga Rp 21,491 triliun. Jika ditambah sisa dana cadangan risiko APBN-P, maka total penghematan mencapai Rp 25,877 triliun. Dari dana penghematan itu akan didistribusikan untuk pembiayaan program bantuan langsung tunai (BLT) Rp14,1 triliun untuk tujuh bulan selama 2008 dengan sasaran 19,1 juta rumah tangga miskin yang masing-masing memperoleh sebesar Rp100 ribu per bulan. Sisanya akan digunakan untuk tambahan cadangan risiko, pengurangan defisit 0,2% produk domestik bruto (PDB) menjadi 1,9% dan tambahan anggaran raskin.

BLT, Pemiskinan secara struktural

(more…)